💡 Reset Indonesia

Reset Indonesia: Planet Hidup Attenborough

Reset Indonesia: Planet Hidup Attenborough

Kategori: #gagasan

David Attenborough adalah petualang paling mahsyur abad ini. Sepanjang 60 tahun kariernya sebagai sutradara dan produser di BBC, beliau telah menelusuri alam liar di berbagai penjuru bumi dan mengabadikannya lewat puluhan dokumenter.

Pada 2022, Netflix meluncurkan dokumenter tentang beliau: A Life on Our Planet: My Witness Statement and Vision for The Future. Di dalamnya, beliau memberikan kesaksian langsung tentang kerusakan alam dari tahun ke tahun.

Ketika Attenborough kanak-kanak, bumi dihuni 2,3 miliar manusia dengan cakupan hutan 65%. Kini, jumlah manusia melonjak menjadi 7,8 miliar dan cakupan hutan menyusut menjadi 35%.

Dengan laju kerusakan seperti sekarang, beliau meramalkan hutan tropis Amazon dan Kalimantan akan hilang di tahun 2030. Jika hutan tropis hilang, karbon yang terperangkap di atmosfer akan bertambah dan sinar matahari akan semakin menyengat. Jika itu dibiarkan, es di kutub akan sepenuhnya meleleh di tahun 2040. 10 tahun kemudian, terumbu karang akan ikut punah akibat memanasnya temperatur air laut. Pada 2100, bumi sudah terlalu panas sehingga sebagian besar wilayah tidak bisa dihuni. Dalam kurun kurang dari 1 abad saja, manusia sudah mengubah konstelasi alam di bumi.

Meski ramalannya sangat suram, Attenborough memberikan kita harapan. Baginya, manusia belum terlambat membuat perubahan.

Tidak bisa dipungkiri, pertumbuhan jumlah penduduk memang jadi faktor utama kerusakan alam. Attenborough yang lahir dan besar di Inggris beranggapan bahwa warga di negara makmur cenderung punya sedikit anak dibanding warga di negara berkembang. Dari situ, beliau menyimpulkan bahwa peningkatan standar hidup dapat menekan angka kelahiran.

Sepanjang dokumenter, Attenborough menawarkan beberapa gagasan:

  • Beralih dari energi fosil ke energi terbarukan
  • Mereboisasi hutan
  • Mengubah pola konsumsi
  • Meningkatkan keberagaman pangan
  • Mengalokasikan lahan untuk konservasi flora dan fauna

Baginya, manusia tidak seharusnya terpisah (apart) dari alam, tapi menjadi bagian (a part) dari alam.

Di awal dan akhir dokumenter, pemandangan Kota Pripyat, Ukraina, dipajang sebagai latar belakang. Pada 1986, Kota Pripyat ditinggalkan penghuninya akibat bencana nuklir Chernobyl. 35 tahun kemudian, kota tersebut dipenuhi tumbuhan dan satwa liar yang mengambil alih bekas hunian manusia menjadi habitat baru. Ternyata alam memulihkan dirinya sendiri jika manusia tidak ikut campur.

Selain menjadi sutradara dan produser, Attenborough juga menulis buku, salah satunya: The Living Planet: A Potrait of Earth. Ketika Attenborough menyebut living planet (planet yang hidup), beliau merujuk pada sinergi antara sesama makhluk hidup di bumi. Jika ada satu spesies yang punah, maka itu akan meruntuhkan bangunan kehidupan yang tersusun rapi seperti barisan kartu domino yang menjatuhkan diri satu sama lain.

Lantas, apa makna film dokumenter Attenborough bagi Indonesia? Kerusakan akibat ulah tangan manusia telah mendatangkan banyak bencana: banjir, kekeringan, longsor, kebakaran hutan, polusi, wabah, serta pencemaran lingkungan. Di samping itu, Indonesia masih berkutat dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang melonjak dari tahun ke tahun. Masalah kependudukan masih bisa diatasi dengan meningkatkan taraf hidup masyarakat, namun mencapai kemakmuran dengan mengabaikan kelestarian alam hanya menunda sebentar kedatangan bencana yang lebih besar.