Reset Indonesia: Membunuh Kedaulatan Benih

Reset Indonesia: Membunuh Kedaulatan Benih

Kategori: #gagasan

Kisah dimulai dengan petani yang dikriminalisasi karena menjual benih kepada petani lain.

Ternyata benih yang hak patennya dimiliki perusahaan multinasional tidak boleh dibuat turunannya. Selesai panen, petani harus membeli benih baru, tidak boleh menanam kembali benih dari hasil panen sebelumnya. Aneh sekali, bukan?

Belakangan, benih dan obat-obatan kimia yang diproduksi perusahaan multinasional seperti Monsanto ternyata merusak keragaman hayati. Tanah semakin tidak subur akibat dijejali pupuk kimia. Selain berbahaya bagi tanah dan tanaman, obat-obatan kimia tersebut juga berbahaya bagi manusia. Pada 2018, Monsanto memberikan ganti rugi sebesar US $290 juta kepada tukang kebun yang terkena kanker akibat terlalu sering memakai Roundup—salah satu pestisida buatan Monsanto.

Indonesia sangat bergantung pada benih hasil rekayasa genetik perusahaan multinasional seperti Monsanto. Sejak 2015, BRI meluncurkan kredit tani yang dibundel dengan produk-produk buatan Monsanto. Petani kita dijerat dari berbagai sisi dan hampir tidak mungkin menjadi mandiri.

Indonesia mengobral kedaulatan benih sepenuhnya kepada pihak asing.