Reset Indonesia: Kisah Kuda dan Burung Gereja

Reset Indonesia: Kisah Kuda dan Burung Gereja

Kategori: #gagasan

Teori trickle-down effect atau “air menetes ke bawah” menjadi acuan haluan negara mengikuti wejangan Bank Dunia dan IMF. Konon, jika kita memberi makan kuda cukup banyak, remah-remahnya bisa menghidupi burung-burung gereja. Permudah bisnis si kaya, maka si miskin ikut sejahtera. Benarkan demikian?

Berbagai kajian berkata sebaliknya. Ketika pendapatan si kaya naik 20%, ekonomi melambat. Ketika pendapatan si miskin naik 20%, ekonomi tumbuh. Menyejahterakan si miskin harusnya jadi prioritas utama pemerintah.

Indonesia mengabaikan kajian tersebut dan tetap kekeuh dengan teori “air menetes ke bawah” yang dipropagandakan antek-antek asing. Kini, ketimpangan ekonomi antara si kaya dan si miskin semakin melebar apa lagi ditambah dengan UU Cipta Kerja yang lebih memihak si kaya.

Kuda makin buncit kekenyangan, sementara burung-burung gereja sekarat tinggal kulit dan tulang.